Untukmu,
Hari ini selesai misa hari komunikasi sosial 2012 di gereja katedral, Jakarta. Inti topik kotbah yang dibawakan sang Romo memakai bahasa jawa, mengingatkanku kepadamu yang mengajariku mengenai keheningan, bagai sungai tenang yang lumpurnya telah mengendap.
Aku juga ingat ke-hetero-spiritual kita, pernah membawa kita berdoa dengan segala metode agar hubungan kita juga direstui oleh para Santa dan Tuhan. Aku pernah menyelipkan kertas doamu di tembok ratapan ketika melakukan perjalanan spiritual ke Israel. Isi surat itu kau memohon kepada Tuhan untuk menyatukan kita dengan cara apapun dan kita siap menghadapinya.
Malam ini, aku menyempatkan diri duduk di depan gua maria. Tempat dulu kamu pernah mengadukanku ke Bunda Maria di sana. Kalau tidak salah ingat, waktu itu aku memarahimu, kau sangat sedih sampai tidak berkata-kata kepadaku, kau masuk ke dalam aula dan berdoa di dalam kepada Tuhan Yesus, lalu setelahn kau keluar dari ruangan itu perasaanmu masih belum lega, kau kemudian pergi ke gua Maria yang open air itu. Disana kau bersimbah air mata sedang aku sibuk digigiti nyamuk. Aku ingat kau berdoa sangat lama, seakan kau sedang mengadu kepada Bunda Maria betapa kejamnya aku memarahimu. Aku ingat setelah itu kau mengatakan kepadaku dengan mata sembabmu itu, bahwa bahkan mamamu saja tidak pernah memarahimu seperti aku.
Ya, malam ini aku duduk disana ntah datang dari mana air mata itu, aku teringat kembali ke titik dimana aku digigit nyamuk itu dan berjanji akan datang kembali di depan Bunda Maria itu, apakah akan bersama dengan kamu, sendiri atau aku sudah bersama orang lain. Aku pasti akan kembali dan memastikan ke Bunda Maria bahwa aku sayang kamu, walaupun aku pernah memarahimu, ataupun pernah membuatmu sedih, tapi semua kenangan yang membawa kita sampai ke titik ini telah diberkati oleh para Santa dan Tuhan yang Maha Esa.
Malam ini aku menyampaikan sebuah doa paling tulus melalui para orang-orang suci yang ditujukan untuk kebahagiaanmu. Semoga kamu berbahagia di ujung dunia sana, dimanapun sekarang kau berlabuh. Aku tahu kamu akan membaca ini. Dan semoga ketika kamu kembali ke titik dimana kita pernah bertemu, kamu menangkap doa yang telah kuselipkan diudara malam ini.
Atas nama cinta,
Jasmine Alexandria






